ilmu_ekonomi@apps.ipb.ac.id +62 251-8626602

Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi Gelar Dialog Internasional Ekonomi Kreatif dan Digital

October 2 @ 8:00 am - 11:30 am
Loading Events
  • This event has passed.

Himpunan Profesi dan Peminat Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (Hipotesa), Departemen Ilmu Ekonomi IPB University menggelar BNI X The 18th Hipotex-R 2021 Ekonomi Dialog, (2/10). Dengan tema, “Achieving Higher Levels of Economics Productivity through Diversification Technological Upgrading and Innovation in the COVID-19 Pandemic”, acara ini menghadirkan dua pemuda dari Brazil dan Inggris.

Mereka adalah David Parrish dari United Kingdom (UK) dan Matheus Noronha dari Brazil. Keduanya mewakili generasi muda di bidang ekonomi kreatif dan digital.

Matheus, Technical Analyst of Innovation and Strategy of the Brazilian Association of Wind Energy mengemukakan pentingnya peran startup di negaranya dalam menghadapi pandemi COVD-19.

“Startup merupakan suatu bisnis baru yang memiliki skala ketidakpastian tinggi, namun diikuti dengan pertumbuhan yang cepat. Penawaran produk atau layanan inovatif di mata pasarnya memiliki potensi skalabilitas yang tinggi dengan menggunakan teknologi yang inovatif,” papar Matheus.

Matheus menyatakan dimasa pandemi COVID-19, startup unicorn telah banyak berkontribusi mengatasi krisis. Inovasi model bisnis digital secara positif membantu startup untuk tetap eksis di masa pandemi.

Sementara itu, David Parish menekankan pentingnya inovasi dalam menjalankan usaha di bidang ekonomi kreatif dan digital. Melalui inovasi, barang dan jasa baru bisa tercipta, diproduksi dengan efisien dan didistribusikan melalui berbagai cara yang efisien juga.  “Generasi muda berperan penting dalam menciptakan berbagai inovasi,” pungkas David.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, IPB Univesity, Dr Sahara, menyebut dialog ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya peran ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

“Ekonomi kreatif dan digital ini dapat meningkatkan produktivitas ekonomi menjadi lebih tinggi melalui diversifikasi, peningkatan teknologi dan inovasi. Cara ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi COVID-19,” tandasnya. (**/Zul)–Biro Komunikasi IPB–